The Powerfull Leader

Oleh : Syaiful Bahri*

Setiap Manusia memiliki fitrah dan bakat kepemimpinan yang dibawa semenjak lahir sebagimana dikatakan dalam Al-qur’an, Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut Pembawaan masing-masing.” Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. [i] Pembawaan ini dapat diartikan adalah skill atau bakat. Bakat ini akan terus diasah dalam sebuah komunitas sosial atau dalam sebuah kegiatan Organisasi. Dalam manajemen Organisasi tentu kita sudah sangat mengenal sebuah istilah yang poluler yaitu Leader. Leader dapat berarti juga Influence yang artinya pengaruh. Jadi, seorang Pemimpin adalah orang yang mampu mempengaruhi orang lain untuk mewujudkan Visi dan Misinya. Seorang pemimpin tidak mutlak terjadi karena pengaruh Organisasi, akan tetapi pemimpin itu didapat dalam sebuah proses panjang dan penuh tempaan dalam kehidupannya. Seorang pemimpin lahir akibat kondisi sosial yang menuntutnya untuk memberikan jawaban atau solusi dari sebuah permasalahan di lingkungan sekitarnya.

Setelah diperhatikan dan ditelaah, ternyata kekuatan yang dimiliki oleh pemimpin itu didapati karena mereka memiliki Spiritual Integrity yang bersumber dari Keyakinan mereka kepada Allah dan kesadaran mereka akan adanya Allah (God Conciusness, red). Ketika mereka memiliki keyakinan kepada Allah, tentunya mereka memiliki social awareness (kepekaan sosial) terhadap lingkungan sekitar nya. Karena mereka akan mencari jawaban – jawaban sebagaimana statement dalam Al-Qur’an ”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya siang dan malam adalah tanda – tanda bagi orang – orang yang berfikir, yaitu mereka yang mengingat allah dalam keadaan berdiri, duduk, berbaring seraya memikirkan penciptaan langit dan bumi…”[ii]. Sinergisitas antara Iman dan kepekaan sosial dapat mengantarkan seseorang menjadi sosok Manusia Paripurna.

Pada tanggal 11 – 12 April 2002, berkumpul Para Top Eksekutif Internasional diseluruh Dunia yang diadakan oleh Harvard Buiness School dan membahas tentang topik ”Does Spirituality Drive Success?”. mereka berdiskusi tentang bagaimana nilai – nilai spiritual yang mampu menjadikan mereka ”Powerful Leader”, ternyata mereka sepakat bahwa faham spiritualisme mampu menghasilkan lima hal yaitu :

  1. Integritas atau kejujuran
  2. Energi atau semangat
  3. Inspirasi atau ide dan Inisiatif
  4. Wisdom atau bijaksana, serta
  5. Keberanian dalam mengambil keputusan.

Tangga Kepemimpinan

Disekitar kita, banyak sekali contoh – contoh pemimpin dengan tipikal, gaya dan prinsip yang berbeda – beda. Ada pemimpin yang sangat menonjol prestasi kerja serta integritasnya, tetapi tidak dicintai oleh lingkungannya. Ada pula pemimpin yang berprestasi, kinerjanya menonjol serta sangat pandai bergaul, namun ia sangat sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Orang lain tidak tahu apa yang sedang ia fikirkan, karena ia tidak pernah membimbing bawahannya. Ia pun kurang memberi kepercayaan kepada orang lain.[iii]

Sang penulis buku ”Seratus tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah” yang bernama Michael H. Hart menempatkan Nabi Muhammad sebagai peringkat pertama dalam bukunya, padahal ia bukanlah seorang Muslim. Ia berhasil menilai secara Objektif dan bukti – bukti ilmiah sehingga ia dapat mematahkan dugaan miring dari kalangan kaum Agama nya sendiri. Terus apa maknanya ? tidakkah kita meyakini dalam syahadat kita bahwa Allah adalah Rabb kita dan Muhammad adalah Rasulullah yang menjadi suri tauladan kita, baik dalam hal Akidah, Syariah, Muamalah, lebih spesifiknya dalam hal kepemimpinan. Ada 5 tangga yang membuat Rasulullah menjadi tauladan dan berhasil menduduki peringkat pertama orang yang berpengaruh di Dunia ini, antara lain :

Pemimpin tingkat 1 : Pemimpin yang dicintai dengan, cara membangun Hubungan.

Membangun hubungan tidak hanya sebatas silaturahim saja, akan tetapi belajar untuk mendengarkan impian dan tangisan seseorang atau orang – orang disekitarnya .

Pemimpin tingkat 2 : Pemimpin yang dipercaya, dengan kejujuran.

Rasulullah dipercaya karena ia sangat jujur dalam berkata dan bertindak, oleh karena itu ia dijuluki Al-Amin.

Pemimpin tingkat 3 : Pemimpin yang diikuti dengan cara menolong.

Rasulullah diikuti oleh sahabat – sahabatnya karena ia sangat senang menolong orang lain yang berada dalam kesusahan.

Pemimpin tingkat 4 : Pemimpin yang menjadi Pembimbing dengan memiliki kader.

Telah terbukti Rasulullah memiliki 4 kader terbaik untuk melanjutkan risalah yang telah dibawanya. walaupun Rasulullah telah tiada namun nilai – nilai yang diajarkan tetap berkembang hinga saat ini

Pemimpin tingkat 5 : Pemimpin Abadi dengan Representasi hati.

Rasulullah memimpin umatnya dengan Representasi hati yang bermakna memimpin dari hati dengan mengikuti suara hati. Orang yang memimpin dengan suara hati akan berhasil melewati masa – masa sulit mereka karena tetap berada dalam orbit nya.

Kita harus memulainya dan menapakinya satu persatu dari tingkat pertama dan tidak bisa langsung meloncat ke tingkat 4, apalagi jika kita tidak memiliki kesadaran diri. Hay Consultant, sebuah Institusi di bidang SDM (Sumber Daya Manusia) yang sangat terkemuka di Dunia mengatakan, ”Membangun kesadaran diri adalah langkah yang harus dibuat untuk menciptakan seorang pemimpin. Namun bagaimana caranya kita memiliki tingkat kesadaran yang tinggi untuk menjadi seorang pemimpin?” Hay berpendapat ”Pemimpin puncak harus melakukan Inner Journey atau penelusuran kedalam dirinya sendiri.[iv]

* Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Semester VI lokal C

Ketua Forum Silaturahmi Mahasiswa ESQ 165 Wilayah Riau Periode 2008 – 2009.

Dirjen DIKLATBANG Dewan Mahasiswa UIN SUSKA RIAU Periode 2008 – 2009


[i] QS. Al-Isra’ ayat 84

[ii] QS. Ali Imran ayat 190 – 191

[iii] Ary Ginanjar Agustian, Rahasia Sukses Membangun kecerdasan Emosi dan Spiritual (Jakarta, Penerbin Arga 2001) Hlm 157 – 158

[iv] Ary Ginanjar Agustian, ESQ Power; Sebuah Inner Journey melalui Al-ikhsan, (Jakarta, Penerbit Arga 2007) Hlm 8

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s