KETERBATASAN DANA DAN HUBUNGAN ANTAR PROYEK

Mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis, Semester 7

Oleh : Syaiful Bahri

Pada pembahasan kali ini hendak diperkenalkan cara pengambilan keputusan investasi jika ternyata dijumpai sekumpulan proyek yang memiliki hubungan saling meniadakan (mutually exclusive). Manajemen dihadapkan pada situasi yang tidak memungkinkan untuk memilih kedua jenis proyek sekaligus dan dipaksa untuk memilih salah satu saja. Dalam situasi demikian, metode NPV lebih menampakkan kecanggihannya. Namun demikian, ini tidak harus diartikan bahwa dalam situasi tersebut metode IRR yang tidak dapat digunakan sama sekali. Dengan sedikit melakukan modifikasi yakni dengan mengambil keputusan investasi juga didapat.

Namun demikian, sebelumnya akan disampaikan secara singkat modifikasi analisa jika ditemukan proyek yang memiliki sifat hubungan kontijensi. Dipilihnya suatu proyek menyebabkan diikutsertakannya proyek yang lain, dengan kata lain manajemen dipaksa untk melakukan investasi lebih dari satu proyek. Dalam situasi demikian, pada dasarnya semua kriteria investasi yang tersedia – NPV,IRR,PI, Payback, Accounting Rate of Return – dapat digunakan, setelah data-data tentang aliran kas keluar dan masuk dari dua pryek atau lebih digabung.

Disamping itu, pada bab ini juga hendak dibahas tentang analisa pengambilan keputusan jika terdapat persoalan keterbatasan dana. Dalam situasi yang demikian, pemerhati studi kelayakan proyek diharapkan sekali lagi akan dapat dengan jelas mengetahui bahwa metode NPV lebih superior dibanding metode lainnya. Ini terjadi karena metode yang disebut terdahulu memberikankriteria yang bukan sekedar nilai relatif. Pada pembahasan kali ini juga akan diperkenalkan tentang pendekatan waktu tunggal dan pendekatan waktu ganda.

  1. 1. Pengertian

Pada pembahasan sebelumnya, pembahasan kriteria investasi dilakukan dengan aggapan bahwa manajemen sama sekali tidak memiliki persoalan dan tidak ada proyek yang saling meniadakan. Dana yang tersedia tidak terbatas. Dalam situasi yang demikian, penyusunan rangking dari berbagai usulan proyek yang tersedia dapat dengan mudah dilakukan. Keputusan yang hendak diambil dengan menggunakan berbagai kriteria investasi misalnya NPV, IRR, PI akan menghasilkan keputusan yang sama, sekalipun mungkin memiliki perbedaan pada penyusunan rangking internalnya. Ini terjadi karena proyek yang memiliki NPV lebih besar dari pada nol, juga akan memilih IRR yang lebih besar dari pada biaya modalnya (k) dan sekaligus juga akan memiliki PI yang lebih besar daripada angka satu. Dengan kata lain, proyek yang akan dipilih berdasarkan kriteria NPV juga akan dipilih jika digunakan kriteria yang lain. Apalagi jika tidak ada persoalan proyek yang saling meniadakan.

Dalam situasi nyata, keadaan yang seperti itu tidak harus selalu terjadi. Berbagai situasi yang sebaliknya bahkan sering dijumpai. Proyek yang memiliki hubungan bebas (independent) satu sama lain jarang dijumpai. Sementara proyek yang saling meniadakan tidak sedikit dijumpai. Bahkan yang tidak kalah pentingnya, sering dijumpai bahwa dana yang tersedia tidak cukup untuk membiayai keseluruhan proyek yang diinginkan, sementara disisi lain sesungguhnya proyek – proyek tersebut menjanjikan keuntungan yang tidak kecil. Jawaban atas pertanyaan ada atau tidaknya usulan proyek yang dapat ditunda menjadi relevan dan signifikan. Dalam konteks ini pendekatan waktu tunggal dan waktu ganda menjadi relevan.

  1. 2. Proyek Kontijensi

Proyek disebut memiliki hubungan kontijensi jika dipilihnya satu proyek penyebabnya harus diikutsertakannya proyek yang lain. Dipilihnya, misalnya satu sistem transportasi barang tertentu menyebabkan harus juga dipilihnya sistem transportasi pelengkap lainnya.

Dalam situasi yang demikian, sesungguhnya tidak diperlukan modifikasi yang terlalu canggih. Hal yang diperlukan yakni hanya menggabungkan data kas keluar dan kas masuk dari kedua atau lebih dari proyek-proyek tersebut, sebelum menggunakan salah satu atau beberapa kriteria investasi yang tersedia. Dengan kata lain, jika misalnya hendak  digunakan metode NPV, PI, IRR, maka perlu dihitung besarnya NPV, PI, IRR gabungan (integrasi). Dengan demikian, nilai NPV,PI,dan IRR dari masing-masing proyek menjadi tidak relevan untuk dasar pengambilan keputusan manajemen.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada kasus berikut ini yang mencoba menilai kelayakan usulan proyek melalui kriteria investasi PI gabungan.

Jika misalnya dijumpai dua usulan proyek A dan B, masing-masing memiliki PI sebesar 1,25 dan 0,90 serta memerlukan dana sebersar Rp.20juta dan Rp.10juta, maka jika keduan proyek itu memiliki hubungan kontijensi maka data dari masing-masing proyek tersebut tidak relevan untuk pengambilan keputusan. Dalam situasi demikian, manajemen tidak dapat mengatakan bahwa proyek A lebih layak dibanding proyek B karena mempunyai PI jauh lebih besar dari satu, sementara PI proyek B justru lebih kecil dibanding satu.

Dalam kasus yang demikan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mencari PI gabungan dari kedua proyek tersebut sama dengan 1,13 berasal dari jumlah keseluruhan aliran kas masuk kedua proyek tersebut (Rp.34juta = Rp25juta + Rp.9juta) dibagi dengan dana yang dibutuhkan oleh kedua proyek tersebut (Rp.30juta = Rp.20juta + Rp.10juta). karena PI gabungan bernilai lebih besar daripada satu, maka kedua proyek tersebut dapat dinyatakan sebagai proyek yang layak, sekalipun salah satu proyek tersebut memiliki nilai PI lebih kecil dari satu (NPV Negatif).

Cara yang sama perlu juga diterapkan jika digunakan kriteria investasi yang lain.

  1. 3. Proyek yang saling meniadakan

Dua atau lebih proyek disebut memiliki hubungan saling meniadakan (mutually exclusive) jika terpilihnya salah satu usulan proyek yang tersedia menyebabkan tidak dapat dipilihnya sisa usulan proyek yang lain. Misalnya, manajemen dihadapkan pada pilihan untuk memilih salah satu dari kedua usulan proyek yang lebih memberikan tekanan pada proyek yang lebih melibatkan teknelogi canggih dan pada modal atau proyek yang lebih menggunakan criteria padat karya. Dalam situasi yang seperti itu, manajemen dipaksa untuk memilih salah satu. Memilih keduanya hanya berarti pemborosan dana.

Pada situasi seperti ini, jika tidak ada persoalan keterbatasan dana pada tingkat biaya modal yang konstan, maka kriteria ini selalu mengarah pada proses maksimalisasi nilai perusahaan, perusahaan yang memilki NPV terbesar merupakan proyek yang dipilih.

Namun demikian, ini tidak berarti bahwa metode IRR tidak dapat digunakan sebagai alat analisa pengembalian keputusan. Dengan sedikit melakukan modifikasi, yakni dengan menghitung besarnya marginal internal rate of return-nya (MIRR), keputusan akhir yang sama juga akan diperoleh. Dan untuk keperluan tersebut dapat digunakan prosedur sebagai berikut:

1. Hitung besarnya IRR untuk semua proyek. Pisahkan antara proyek mana yang memiliki IRR yang lebiih besar disbanding biaya modal (cost of capital / k) dan proyek yang memiliki IRR lebih kecil dibanding k. proyek yang memilki IRR yang lebih kecil daripada k tidak relevan.

2. Urutkan proyek-proyek yang memilki IRR lebih besar dari k berdasarkan besarnya dana yang dibutuhkan (capital outlays) dan berilah nomor urut 1, 2, 3, ….dan seterusnya sampai dengan n.

3. Anggap, untuk sementara waktu, proyek yang bernomor satu, yakni proyek yang memiliki kebutuhan dana yang terkecil, sebagai proyek pilihan yang paling layak.

4. Hitung besarnya IRR atas dasar besarnya kebutuhgan dana marginal untuk proyek ke-2. jika MIRR ini lebih besar daripada k, maka anggaplah kemudian proyek ke-2 ini menjadi proyek yang paling layak. Proyek nomor 1 tidak relevan lagi. Jika MIRR ini lebih kecil disbanding k, maka proyek yang nomor 1 masih tetap merupakan pilihan dan proyek nomor 1 masih relevan.

5. Hitung besarnya MIRR untuk proyek ke-3 atas dasar besarnya kebutuhan dana marginal dibanding (vis-à-vis) proyek yang masih dianggap sebagai proyek yang layak dari tahapan perhitungan sebelumnya. Terus lakukan analisa seperti ini sampai akhirnya ditemukan proyek yang benar benar layak.

Untuk memperjelas prosedur yang telah diuraikan tersebut, lihatlah contoh perhitungan dibawah ini. Tersedia empat usulan proyek yang memiliki hubungan saling meniadakan dan diketahui bahwa besarnya k sama dengan 10%. Keempat usulan proyek tersebut memilki karestristik sebagai berikut:

Proyek Kebutuhan Dana Kas Masuk IRR NPV
1

2

3

4

Rp 1.000

Rp 2.000

Rp 3.000

Rp 4.000

Rp 1.200

Rp 2.350

Rp 3.420

Rp 4.600

20 %

17,5 %

14 %

15 %

Rp 31

Rp 136

Rp 109

Rp 131

Jika hendak digunakan metode NPV, maka dengan jelas dapat diketahui bahwa proyek ke-4 merupakan proyek yang paling layak, karena memilki nilai NPV positif terbesar. Namun demikian, jika digunakan metode IRR, manajemen tidak dapat begitu saja memilih proyek 1, sekalipun proyek tersebut memiliki IRR terbesar. Pertama, karena semua proyek tersebut  memiliki IRR yang lebih besar daripada k. Dan kedua, proyek tersebut memerlukan kebutuhan dana yang berbeda. Untuk itu, jika hendak digunakan metode IRR, maka diperlukan menghitung besar MIRR nya dengan hasil perhitungan sebagai berikut.

Pertama, Bandingkan proyek 2 dan 1, maka akan didapat besarnya kebutuhan dana marginal sebesar Rp 1.000,- (Rp 2.000 dikurangi Rp 1.000) dan akan didapat aliran ksa masuk marginal sebesar Rp 1.150 untuk masa satu tahun pertama usia proyek (Rp2.350 dikurangi Rp 1.200) MIRR dari aliran kas marginal ini (kas keluar dank as masuk) sama dengan 15% karena MIRR ini lebih besar daripada k (yang hanya10%), maka proyek 2 lebih layak dibanding proyek 1, dan proyek 2 untuk sementara dianggap sebagai pilihan, peroyek ini tidak relevan lagi.

Kedua, Bandingkan proyek 3 dan 2, maka akan didapat dana marginal sebesar Rp 1.000 dan aliran kas masuk marginal sebesar Rp 1.070 MIRR untuk aliran kas marginal ini sebesar 7%. Karena MIRR lebih kecil dibanding k, maka proyek 2 masih dianggap lebih layak disbanding proyek 3. proyek 2 masih relevan.

Ketiga, Bandingkan proyek 4 dan 2, maka akan didapat aliran kas keluar sebesar Rp 2.250 MIRR untuk aliran kas marginal ini ditemukan sebesar 11,5%. Karena MIRR ini lebih besar daripada k, maka proyek 4 dapat ditetapkan sebagai proyek  yang lebih layak dibanding proyak 2. oleh karena itu, proyek 4 merupakan pilihan akhir. Proyek 4 merupakan proyek yang paling layak dibanding usulan proyek yang lainnya.

  1. 4. keterbatasan dana

Keterbatasan dana muncul kepermukaan ketika manajemen perusahaan menjumpai situasi bahwa tidak semua usulan proyek yang memiliki NPV positif, IRR lebih kecil daripada k dapat diambil untuk dilaksanakan karena ketidak cukupan dana yang tersedia (capital budget constrain)

Dalam situasi demikian, sesungguhnya manajemen tidak dihadapkan pada persoalan yang teramat pelik. Pertama, pertimbangkan berbagai kombinasi yang mungkin dari proyek yang ada sesuai dengan batasan dana yang tersedia dengan berpedoman pada prinsip modal menganggur terkecil, kemudian criteria investasi NPV (atau yang lain, jika mungkin) untuk memilih berbagai alternative kombinasi yang tersedia. Kombinasi usulan proyek yang memilki NPV terbesar diperlikan sebagai kombinasi proyek yang paling layak.

Jika tersedia kemungkinan untuk menunda pelaksanaan proyek, maka tundalah usulan proyek yang memilki penurunan PI terkecil. Proyek yang memilki selain antara PI tahun sekarang dan PI tahun yang akan datang adalah proyek yang memiliki peluang terbesar untuk ditunda. Jika diperlukan penundaan lebih dari satu proyek, maka selisih PI terbesar berikutnya yang mendapat giliran. Demikianlah prosesnya, sampai dana yang tersedia cukup untuk melaksanakan proyek yang hendak dikerjakan untuk tahun ini saja.

DAFTAR PUSTAKA

Ibrahim, Yacob Drs.H.M, MM, Studi Kelayakan Bisnis (edisi revisi), penerbit PT Rineka Cipta, Jakarta. 2003

Kasmir, Jakfar, SE,MM, Studi kelayakan bisnis (edisi kedua), penerbit Kencana Prenada Media Group, Jakarta. 2007

Suwarsono, Muhammad, Suad Husnan. Studi kelayakan proyek, penerbit UPP AMP YKPN Jogjakarta, 2005

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s