Training ESQ SC2 Ke-3 Dihadiri Tiga Negara

Training lanjutan ESQ SC2 (Self Control Collaboration) kembali diselenggarakan di Menara 165, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Sabtu-Minggu (17-18/4). Yang menarik, pada training SC2 angkatan ke-3 yang dipandu langsung oleh Ary Ginanjar Agustian ini dihadiri peserta dari tiga Negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Dari seluruh peserta sekitar 300 orang, 50 orang berasal dari Malaysia dan 50 orang dari Singapura.

Banyak peserta yang merasakan manfaat training SC2. Jafar Ngabalin (Koordinator Pimpinan Kolektif Nasional Pemuda Indonesia Mandiri) mengatakan bahwa training SC2 pendekatannya sudah berada lebih pada tataran aplikasi. “Jadi kita diharapkan pada konteks kontrol bahwa hidup ini harus bisa menahan diri.” Oleh karena itu ia merasa terpanggil untuk mengajak sesama alumni untuk mengikuti SC2 karena ia merasa ada peru bahan berpikir, perubahan bertindak, sehingga menjadi sangat hati-hati dalam hidup ini. ”Bahkan saya dari perkumpulan Pemuda Indonesia Mandiri berniat mengajak seluruh pemuda-pemuda Indonesia memprogramkan training ESQ secara rutin, sehingga seluruh pemuda Indonesia bisa mengikuti training ESQ, dan terwujudnya Indonesia Emas 2020.”

Training SC2 memang berbeda dengan training ESQ sebelumnya. Di training ini peserta dapat mengetahui kelemahan yang melekat dalam dirinya yang selama tidak disadari dan dapat memahami strategi untuk mengatasinya Selain itu, diajarkan bagaimana membangun sinergi dan kolabo rasi, sehingga bukan hanya membentuk pribadi yang soleh secara individual tetapi juga sosial.

Training tingkat akhir Total Action rencananya akan diluncurkan pada tahun 2010. Pelatihan ini bertujuan membentuk manusia pandai mengaplikasikan nilai-nilai positif yang dimiliki. Selama ini banyak orang yang pandai dan memiliki ilmu tinggi tapi tidak mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan.

Training berkelanjutan yang diadakan ESQ memang selalu dinantikan oleh para peserta karena manfaatnya sangat besar baik untuk kehidupan pribadi maupun dunia kerja. Peserta yang berasal dari Singapura, Mohd. Idhamsahbani Ahmad, Direktur Eksekutif Occupational Safety & Health Intitute mengatakan, ia mengalami perubahan yang dahsyat dengan training ESQ tiga tingkat yang diikutinya.

Sebelum training ia mengakui hidupnya tak tentu. Ia pergi ke mana pun sesuka hatinya meninggalkan keluarganya, hingga keliling dunia. Namun ia tak kunjung mendapatkan yang ia cari. Trai ning ESQ dari mulai basic, MCB, hingga SC2 secara berkesinambungan membuatnya paham akan tujuan hidupnya, mengerti visi dan misi kehidupan, membangun karakter, mampu mengendalikan diri dan kolaborasi. ”Dengan SC2, kita menjadi paham jika itu bukan untuk kita jangan disentuh, itu Self Control. Collaboration melihat potensi kita dengan orang-orang kita harus beri, kita akan mendapatkan imbalannya bukan hanya fisik, tapi dari segi emosional dan spiritual.”

Usai training dua hari, Ary Ginanjar mengundang para peserta yang berasal dari Malaysia, dan Singapura untuk makan malam bersama. Ini merupakan bentuk penghormatan Ary Ginanjar atas apresiasi warga Ma laysia dan Singapura yang telah meluangkan waktu serta tenaga datang ke Indonesia mengikuti training ESQ SC2. Acara tersebut juga merupakan bagian dari kegiatan untuk memperkuat PSIM (Persaudaraan Serumpun Indonesia Malaysia). Hadir mantan Meneg BUMN Sugiharto selaku Ketua Umum PSIM Indonesia dan Dato’ Hussamuddin Yaacub selaku Ketua PSIM Malaysia. Pada kesempatan tersebut Ary Ginanjar Agustian melantik Maaruf Salleh yang merupakan Mantan Presiden Majelis Agama Islam Singapura sebagai koordinator wilayah (Korwil) Singapura.

KOMENTAR PESERTA

Zulkifli Mohamad (CEO Menara Kuala Lumpur, Malaysia):

ESQ adalah membina ihsan manusia. Training ini sebenarnya meminta kita melihat lebih jauh ke dalam, siapa kita dan kita yang sebenarnya adalah hamba Allah yang kecil. Jadi Self Control ini sebenarnya menggerakkan hati kita, supaya kita paham bagaimana mengontrol diri kita.

SC2 berbeda dengan training sebelumnya. ”Perbedaannya adalah: basic merupakan akar, MCB batangnya, SC2 dahan-dahannya dan daun-daunnya. Jadi ini adalah peningkatan dari segi dimana ilmu yang kita pelajari dari basic, MCB, dan SC2 akan membantu kita untuk memahami.”

Satu pendekatan yang mena rik, karena jika saya terlupa, maka saya pergi untuk mengisi kembali sebagai alumni ESQ. Ini adalah satu program yang tidak ada di lembaga training sumber daya manusia yang lain. Kalau kita pergi mengisi kembali di lembaga training yang lain akan dikenakan biaya, berbeda dengan ESQ.

“Berbeda dengan training SDM yang lain, karena ini mengaitkan suara hati ihsan. Ini sebenarnya menggabungkan kecerdasan emo sional dan spiritual, ini memberikan kesan yang cukup cemerlang.”

ESQ di Malaysia kini berkembang dengan pesat dan ramai, sampai ke pemimpin-pemimpin jabatan, organisasi, dan jabatan kerajaan telah banyak mengikuti ESQ. ”Ini sewajarnya dapat dikembangkan kembali. ESQ di Malaysia akan terus berkembang dan ramai mengikuti ini.”

Maaruf Salleh (Mantan Presiden Majelis Agama Islam Singapura):

Saya merasa bahagia, karena ada kesempatan training seperti ini. Bagi saya training ini menambahkan lagi pengetahuan dan pengalaman untuk menyadarkan. ”Iman kita ini kan ada masanya naik dan ada masanya turun, jadi dengan ini membantu membuat penyegaran kepada level iman yang naik turun itu.”

Selama training saya menemukan banyak sekali contoh-contoh yang dijelaskan yang begitu menarik dan mendalam dengan ilustrasi yang jelas. Sebagai seorang muslim sebenarnya potensi-potensi diri kita sudah ada, tapi kita perlu adanya suatu usaha untuk menyadarkan kita kembali. Training SC2 inilah solusinya, sehingga kita bisa memanfaatkan potensi diri kita sebagai individu atau anggota ma syarakat.

Saya harap dengan ini energi saya akan bertambah, mudah-mudahan saya akan meneruskan usaha ini. Banyak sekali nilai-nilai ESQ ini yang bisa diterapkan berupa nilai-nilai universal. Se mua orang yang menginginkan ke­baikan tidak akan menolak.

Amelia Naim Indrajaya (Penulis Buku, GM PT Rentang Gunaputra):

SC2 dahsyat, karena justru setelah punya visi, misi, dan ka rakter seringkali orang tergelincir pada pengendalian diri. Jadi ini memang problem kita saat ini, jadi sesuatu yang realita yang kita jumpai saat ini.

Mengikuti training ESQ Basic, MCB, dan SC2 memiliki dampak positif. Dalam melakukan apa pun selalu memikirkan apa yang bisa saya berikan, karena Allah SWT di atas segala-galanya. Tapi yang nama nya manusia itu kan banyak godaannya dengan adanya training ini kita kembali diingatkan.

Melihat apa pun itu kita melihat dengan kaca mata dengan sudut pandang yang berbeda yakni saya ini di berikan kesempatan hidup di dunia ini untuk memberi dan berbagi terhadap sesama sebagai wujud merahmati alam semesta.

Saya berharap setelah SC2 sebaiknya diikat dengan komitmen sesama alumi ESQ untuk merencanakan langkah nyata untuk umat. Jadi jangan berhenti sampai di training aja, tetapi selama alumni ESQ harus melakukan langkah nyata untuk membantu orang-orang yang susah, contoh nya kemiskinan. (ida)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s